Ingkar Janji? Presiden Jokowi Memutuskan Menjual Vaksin Covid-19 Lewat Kimia Farma, Berikut Reaksi Netizen


Presiden Joko Widodo |Humas Setkab|

Jurnalhits.com - Pemerintah kembali menjadi sorotan publik, pasalnya Kimia Farma salah satu BUMN memutuskan menjual vaksin Covid-19 di tengah masa pandemi.

Warga netizen pun sontak terkejut. Karena beberapa waktu lalu Presiden Jokowi mengumumkan secara resmi menggratiskan vaksin Covid-19 untuk rakyat Indonesia.  

Hal ini membuat beragam reaksi dari para netizen, mereka mengaku kecewa dengan keputusan Presiden Jokowi yang sebelumnya menggratiskan vaksin.

Bahkan secara resmi negara sudah memasang harga untuk vaksin Covid-19 berbayar bagi masyarkat.

BACA JUGA:Praktis! Tiga Cara Alami Mengatasi Anosmia Akibat Covid-19

Harga vaksin covid-19 perdosis Rp. 321.660 plus harga layanan Rp.117.910 total harga perdosis vaksin yang dibebankan kepada penerima manfaat seharga Rp. 439.570 per dosis sehingga untuk dua dosis vaksin total Rp. 879.140.

Video Jokowi mengumumkan vaksin gratis untuk rakyat Indonesia kembali viral di jejaring media sosial.

Berikut cuplikan pidato Presiden Jokowi dalam video singkat :

"Jadi setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan setelah melakukan kalkulasi ulang, melakukan perhitungan ulang mengenai keuangan negara." ucap Presiden Jokowi.

"Dapat saya sampaikan bahwa vaksin covid-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi gratis, tidak dikenakan biaya sama sekali." Lanjut Presiden Jokowi.

BACA JUGA:Lockdown Diri Sherina Munaf Masih Terpapar Covid – 19

Terkait unggahan itu, netizen hingga politikus pun ramai-rami mengecam tindakan pemerintah yang telah ingkar janji.

Andi Arief salah satu politisi dari Partai Demokrat, langsung memberikan tanggapan atas adanya program vaksinasi berbayar melalui Kimia Farma.

“Saya percaya vaksin bantuan internasional akan disuntikkan ke rakyat. Tapi di tengah iklim korupsi saat ini bagaimana agar rakyat tahu bahwa yang dijual di Kimia Farma bukan vaksin bantuan internasional,” ungkap Andi Arief.

Andi Arief juga mengatakan, mengapa Presiden Joko Widodo terpikir untuk menyetujui vaksinasi berbayar tersebut.

BACA JUGA:Dua Obat Ini Direkomendasikan Oleh WHO, Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19 Bergejala Parah

“Lagian Pak Jokowi sempet-sempetnya terpikir dan menyetujui jualan vaksin ke rakyat,” kata Andi Arief, sebagaimana dikutip jurnalhits.com dari akun Twitter @Andiarief_, Minggu, (11/7/2021).

Selain itu netizen juga ikut bereaksi dan mengaku kecewa dengan keputusan Presiden Jokowi.

"Kurang biadab apa cuba, presiden bilang vaksin covid-19 GRATIS! Lah skrng jadi ladang bisnis!," @BossTemlen.

"kalian gatau aja kan paling komisaris nya kimia farma emang mau dilengserin pake berkali kali kasus kimia farma, ya minimal minimal nya dibikin susah," @ejakejak_ 

Sumber:

BERITA TERKAIT

Dicovidkan? Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ini Bongkar Faktanya

Senin / 26-07-2021,18:01 WIB

Istilah ‘dicovidkan’ sering terdengar apabila jika ada orang yang sakit di tengah pandemi ini akan disebut kena Covid-19

Dicovidkan? Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ini Bongkar Faktanya

PPKM Level 3 dan Level 4, Luhut : Rapatkan Barisan Melawan Varian Delta Supaya Ekonomi Bisa Berjalan

Senin / 26-07-2021,14:02 WIB

Presiden Joko Widodo secara resmi melanjutkan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan level 4 yang dimulai dari 26 Juli sampai 2 Agustus

PPKM Level 3 dan Level 4, Luhut : Rapatkan Barisan Melawan Varian Delta Supaya Ekonomi Bisa Berjalan

Respek! ZRI Jatim Gelar Baksos untuk Warga Terdampak PPKM Level 4

Senin / 26-07-2021,12:37 WIB

Komunitas ZRI Jawa Timur menggelar bakti sosial pembagian beras dan uang tunai untuk warga yang terdampak PPKM Level 4

Respek! ZRI Jatim Gelar Baksos untuk Warga Terdampak PPKM Level 4

4 Langkah Pemkot Surabaya Turunkan Kasus Covid-19

Jumat / 23-07-2021,15:08 WIB

Pemkot Surabaya mengejar target penurunan kasus Covid-19 dalam pekan ini

4 Langkah Pemkot Surabaya Turunkan Kasus Covid-19

Aplikasi Pedulilindungi Syarat Baru Penumpang Pesawat Terbang

Kamis / 22-07-2021,11:48 WIB

Penggunaan aplikasi Pedulilindungi bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara resmi diberlakukan per 19 Juli 2021.

Aplikasi Pedulilindungi Syarat Baru Penumpang Pesawat Terbang

Jokowi: Jika Tren Kasus Covid-19 Menurun, PPKM Darurat Dibuka Bertahap pada 26 Juli

Rabu / 21-07-2021,17:10 WIB

Presiden Jokowi menegaskan, bila tren kasus covid-19 terus menurun maka PPKM Darurat akan dibuka bertahap

Jokowi: Jika Tren Kasus Covid-19 Menurun, PPKM Darurat Dibuka Bertahap pada 26 Juli